Please enable JavaScript in your browser for better use of the website.

Magazine

Preview Magazine

May 2020

Business Post Covid-19, Surviving The Corona Praparing The Post

Selalu Ada Peluang

Tidak ada yang pernah memprediksi bila COVID-19 begitu besar dampaknya bagi perekonomian. Sudah tentu, Indonesia tidak bisa menghindar dari pandemi dan kerusakan yang ditimbulkannya. Semua indikator ekonomi, baik makro dan mikro di negara ini menunjukkan kesimpulan yang tidak menyenangkan.

Ada ungkapan China yang tepat untuk menggambarkan kondisi saat ini, yakni Wei-Ji yang memiliki arti harafiah krisis. Namun, dalam ungkapan Wei-Ji ini juga terkandung makna positif, yakni pada setiap krisis atau bahaya selalu
ada peluang. 

Marketeers pun mengajak para pemasar untuk tidak terpaku melihat ancaman yang datang. Lebih dari itu, para marketeer wajib mulai memetakan kondisi secara jernih, mencari sisi positifnya, serta mengambil peluang baru yang bisa digarap, baik selama masa surviving dan kondisi new normal ini.

Sudah sejak lama MarkPlus, Inc. mengenalkan dan mempratikkan model analisis 4C-Diamond agar mampu melihat dengan jernih lanskap bisnis secara utuh. Empat elemen dari model analisis ini, yakni Change, Customer, Competitor, dan Company bisa menuntun para marketeer merumuskan langkah dan strategi.

Memang, dampak pandemi COVID-19 berbeda-beda di tiap industri. Taktik dan strategi untuk mengantisipasinya pun tidak sama. Namun, pada ujungnya pendekatan yang diambil haruslah mengarah pada terciptanya value untuk konsumen. Saat memberikan value ke konsumen, perusahaan harus memperhatikan QCDS (Quality, Cost, Delivery, Service). 

Dalam kondisi saat ini dan setelahnya nanti, aplikasi QCDS dengan cara lama sudah tidak relevan lagi. Harus menggunakan pendekatan QCDS baru. Edisi Marketeers kali ini menyajikan praktik-praktik QCDS dengan prinsipprinsip baru, seperti More Quality, Less Price; Less Cost More, Productivity; Offline Delivery, Online Transaction; dan Online Service, Offline Transaction. 

Ada berbagai contoh kasus dari berbagai perusahaan yang dengan sigap melakukan penyesuaian dalam strategi pemasarannya. Contohnya, Telkomsel yang membuka layanan CloudX Meeting untuk pelanggan ritel, dari yang sebelumnya untuk pelanggan korporat. Ada juga Blue Bird yang menjadikan armada taksinya untuk pengantaran barang, dan masih banyak lainnya.

Penerapan prinsip baru QCDS ini juga wajib dibarengi dengan melakukan identifikasi ulang karakter, kebiasaan, dan keinginan konsumen. Tidak kalah penting pula ada faktor kepemimpinan yang kuat agar semua strategi dan langkah berjalan
lancar. Singkat kata, selalu ada peluang dalam segala tantangan. Mari kita berharap pandemi ini cepat berlalu dan kita bersiap dengan kondisi new normal. Selamat membaca!
 

Price:

IDR 50.000