Please enable JavaScript in your browser for better use of the website.

Magazine

Preview Magazine

October 2019

What's Trending In F&B Business

Tak Ada Matinya

Industri makanan dan minuman memang tak ada matinya. Selain sebagai kebutuhan pokok, makanan dan minuman tak bisa dipisahkan dari gaya hidup kekinian. Produk makanan minuman hadir dengan varian baru dan terus bertambah. Bahkan, hampir saban tahun, selalu ada saja tren baru terkait makanan dan minuman ini.

Makin banyaknya varian produk menandakan bahwa kreativitas para pencipta produk. Termasuk kejelian mereka dalam menangkap peluang dan menjadikannya tren.

Kuliner makin populer di era media sosial seperti sekarang ini. Maklum, sebelum menyantap makanan atau menyeruput minuman, orang saat ini latah untuk memotret produk dan mengunggahnya di media sosial seperti Instagram. Kuliner pun makin viral.

Industri kuliner di Indonesia ini terbilang potensial. Statista memprediksi industri F&B di Indonesia bernilai US$ 1,1 miliar. Menurut hitungan mereka, setiap orang di Indonesia menyediakan anggaran rata-rata US$ 24 per bulan untuk membeli makanan dan minuman jadi. Angka itu setara dengan Rp 336.000 per bulan.

 

Besar sekali bukan? Tak heran bila banyak pemain makin memadati industri ini dengan jajanan-jajanan yang dikemas secara kreatif. Selain pemain asing, merek-merek lokal pun bermunculan dan tak kalah kreatif. Tantangannya adalah bagaimana para pemain ini pada akhirnya bisa tetap sustain di tengah arus industri yang cepat berubah.

Nah, Marketeers yang sedang Anda baca kali ini menyuguhkan aneka strategi sekaligus best practices bagi para pemain makanan dan minuman agar bisa menyuguhkan produk yang relevan sekaligus tak sekadar musiman. 

Selamat membaca!

Price:

IDR 50.000


Related Product

8th Annual Indonesia Marketeers Festival 2020

Start From:

IDR 550.000