Please enable JavaScript in your browser for better use of the website.

E-magazine

Marketeers OMNI Brands of The Years 2019 (E-Magazine)

Jaya di Darat dan Udara

Selalu ada antitesis dari sebuah istilah. Utara dan Selatan. Laki dan perempuan. Offline dan online. Meski menjadi kutub yang berlawanan, keduanya saling melengkapi.

Jangan salahkan jika kemajuan internet mengubah wajah bisnis saat ini, termasuk dunia pemasaran. Jika dulu perusahaan hanya mengandalkan outlet fisik yang jumlahnya mencapai puluhan ribu, muncul situs e-commerce yang memberikan kesempatan bagi konsumen untuk belanja dari mana dan kapan saja. Memang, dibutuhkan sebuah waktu yang lebih lama hingga barang itu sampai di tangan konsumen. Namun, setidaknya fenomena ini bisa menjadi cara baru perusahaan ketimbang berekspansi besar-besaran pada ritel fisik. Apalagi, mengingat investasi dalam dunia offline tidaklah murah.

Walau terkesan ketinggalan zaman, mahal, dan membutuhkan tenaga ekstra, dunia offline tidak akan pernah mati. Kerinduan Anda terhadap orangtua, sahabat, pasangan, atau anggota keluarga lainnya, tidak akan terobati walau bisa melakukan video call atau telepon terus menerus. Anda tetap butuh bertemu secara offline.

Karenanya, jangan heran jika banyak pemain di dunia online yang tidak meninggalkan aktivasi dan kegiatan di dunia offline. Online memang memiliki karakter modern, murah, dan bisa berujung pada efisiensi. Namun, pendekatan online tanpa offline tidak akan melahirkan engagement yang kuat.

Istilah omni marketing pun terlahir. Yaitu strategi pemasaran dengan mengombinasikan dunia offline dan online pada berbagai elemen. Mulai dari promosi, channeling, sales, customer service, proses, dan lainnya. Semuanya bisa dilakukan melalui pendekatan omni.

Marketeers pun mengapresiasi perusahaan di Indonesia yang berani melakukan pendekatan secara omni. Apalagi, jika sebelumnya mereka adalah perusahaan yang telah berusia puluhan tahun. Bukan hal yang mudah tentunya untuk bertransformasi dari perusahaan konvensional menjadi digital. Namun, beberapa di antara mereka, mampu berubah menjadi digital immigrant.

Begitu pula beberapa perusahaan yang memang terlahir di era baru ini. Meski menyandang gelar sebagai digital native, mereka tetap tidak melupakan kekuatan dari dunia offline. Mereka sadar bahwa online akan menjadi sia-sia tanpa adanya ikatan dan interaksi di dunia nyata.

Perusahaan-perusahaan itulah yang masuk dalam Marketeers Omni Brand Awards 2019. Mereka adalah perusahaan yang tidak hanya jaya di darat dengan beragam strategi marketing di dunia nyata; namun juga jaya di udara, dengan beragam ekspansinya di dunia maya. Selamat membaca.

*Untuk pembelian e-magazine sedang mengalami kendala, untuk pemesanan e-magazine silahkan di email ke mulyadi@markplusinc.com.


Rp. 30,000

Related Product

8th Annual Indonesia Marketeers Festival 2020

Start From:

IDR 550.000