Please enable JavaScript in your browser for better use of the website.

E-Magazine

E-Magazine

A COMPREHENSIVE GUIDE TO LOYALITY PROGRAM : 10 TYPES, 10 TIPS, 10 TOP CASES (E-Magazine)

E-Magazine

IDR 30.000 | Publish Date May 2019

Saat ini banyak perusahaan berlomba-lomba menghadirkan customer loyalty program. Namun banyak pula yang gagal. Tidak adanya perencanaan alias sekadar ikut-ikutan justru berdampak negatif. Bukannya membuat konsumen senang sehingga merasa loyal, melainkan kecewa dan kesal. Kartu, poin, rewards, cashback, atau apa pun yang kita tawarkan menjadi promosi yang diacuhkan. Kata-kata gerutuan seperti ‘tidak masuk akal’, ‘aneh’, ‘ribet’, ‘repot’ terlontar dari mulut mereka. Meski ingin memanjakan konsumen, bukan hal yang mudah untuk menghadirkan customer loyalty program yang sukses. Kampanye ini harus memiliki tujuan yang jelas, matang, konsisten, terintegrasi, dan lainnya. Makanya, Marketeers mengangkat tajuk utama “Compherensive Guide for Loyalty Program: 10 Types, 10 Tips, 10 Top Cases”. Tak hanya tipe, Marketeers juga menghadirkan tips serta studi kasus dari perusahaan-perusahaan Indonesia yang berhasil menjadikan loyalty program bukan sebagai pelengkap. Program mereka bisa membuat konsumen p

Top 9 Marketing Trends (E-Magazine)

E-Magazine

IDR 30.000 | Publish Date April 2019

Pada edisi kali ini, Marketeers melihat, menganalisis, dan menyimpulkan apa saja tren-tren yang tengah hangat di dunia pemasaran tahun ini. Terdapat sembilan tren teratas yang kemungkinan besar akan dijalani oleh banyak pemain ke depannya. Dan, saat ini, baru sebagian kecil perusahaan dan merek yang mencoba beradaptasi dengan tren ini. Artinya, masih ada kesempatan bagi perusahaan dan pemasar untuk mengejar dan mengaplikasikan tren-tren itu. Apa saja? Semua jawabannya ada pada Marketeers edisi April 2019 ini.

Marketeer Of The Year 2017

E-Magazine

IDR 30.000 | Publish Date January 1970

Marketeer of The Year 2017 Menjelang akhir tahun 2017, Marketeers bersama MarkPlus, Inc. selalu memberikan penghargaan bagi para pemasar terbaik di Indonesia dari berbagai sektor. Tahun 2017 bukanlah tahun yang mudah untuk dilalui bagi para pemasar di Indonesia. Selain harus membiasakan diri dengan perlambatan ekonomi, mereka juga harus menghadapi fenomena disrupsi yang menghampiri semua pemain, tanpa pandang bulu. Pada edisi khusus ini, Marketeers pun menyajikan berbagai kisah dan strategi dari pemasar terbaik di Indonesia dari 17 sektor yang ada. Marketeers pun menghadirkan tajuk Indonesia Economic Outlook, yang mengulas secara lengkap dari sisi makro hingga mikro. Dapatkan sekarang! Selamat menikmati sajian Marketeers kali ini. Selamat tahun baru 2018. What’s Inside:

Indonesia WOW Brand 300 (E-Magazine)

E-Magazine

IDR 30.000 | Publish Date March 2019

Saat ini customer path telah berganti. Jika semula kita menggunakan 4A, yaitu Aware (kenal), Ask (bertanya), Act (beli) dan Act Again (membeli lagi), kini berubah menjadi 5A’s: Aware (mengenal), Appeal (tertarik), Ask (melakukan riset), Act (membeli dan menggunakan), dan Advocate (merekomendasikan). Hal itulah yang menjadi alasan mengapa Marketeers bersama MarkPlus Insight menghadirkan riset Indonesia WOW Brand 300 selama empat tahun berturut-turut. Ini adalah riset mengenai 300 merek di Indonesia yang memiliki Brand Advocacy Ratio (BAR). Angkanya berkisar 0-1. Jika sebuah merek mendapatkan BAR 0,7 artinya dari sepuluh orang yang aware, maka terdapat tujuh orang yang merekomendasikan produk itu. Semakin tinggi BAR sebuah merek, semakin banyak pula pasukan advokasi yang mereka miliki.

Employer Branding For Millenials A Blueprint (E-Magazine)

E-Magazine

IDR 30.000 | Publish Date February 2019

Employer branding adalah upaya perusahaan untuk meningkatkan reputasi sehingga menjadi tempat dan pilihan terbaik dalam bekerja. Ketika sukses menjalankan employer branding, perusahaan tidak perlu berkoar-koar ketika mencari sumber daya manusia (SDM). Sebab, talenta terbaik akan datang dengan sendirinya. Jika harus merekrut secara khusus, perusahaan akan memiliki daya tawar yang baik. Namun, ketika employer branding tidak berjalan, maka calon karyawan akan malas untuk bergabung ke perusahaan itu. Bahkan, karyawan yang ada di dalamnya menjadi tidak betah, gerah, gelisah, dan ingin secepatnya meninggalkan perusahaan itu.